Hallo nama saya Inndy Lenggasih. Disini saya ingin berbagi pengalaman mengenai kejadian yang sering dialami oleh para tenaga kreatif yang ternyata saya pun merasakannya, yaitu pengkerdilan atau pencebolan monster (istilah untuk otak) kreatif yang dianggap biasa saja dan kita jadi korban dari ketidakadilan itu.
Berdasarkan dari sekapur sirih di atas hal yang saya alami adalah ketika saya diminta untuk membuat layout dari suatu freemagz otomotif yang memang edisi perdana. Disini porsi saya hanya sebagai si desainer harusnya, tapi karena satu dan lain hal maka saya harus rangkap menjadi seksi editor pula. Di awal saya dijanjikan budget yang tidak besar untuk ukuran seorang lay-out-ter, tapi saya tergiur akan pengalaman baru (Ini jadi suatu hal yang salah juga, kenapa kebanyakan kurangnya penghargaan ini terjadi di Indonesia? Karena kita terlalu menerima apa adanya, buat pembelajaran ke depan sudah seharusnya kita berani untuk menghargai diri kita sendiri kelak). Lanjut ke curhatan saya, dengan proses deadline yg benar-benar bikin saya scriptsick begadang, buang waktu, ide-ide yang saya tuangkan berdasarkan perjanjian mengenai konsep majalah ini.. Ternyata dalam sekejap si penjahat ini meluluhlantakkan diri saya dengan se-enaknya mencela tanpa alasan yang logis dan masuk akal, saya juga sudah membela dan menjelaskan karena sebagai yang pegang kendali disini. Tapi yang ada justru penjahat ini hilang tanpa ada kabar dan follow up dari hasil revisi yang masih dengan sengguh-sungguh saya garap,tidak ada bayaran ganti rugi. Thats my sad-ending experience.
Ada lagi contohnya mungkin kita relevan dengan istilah “proyek temen” atau kita menerima suatu proyek dengan sesama kerabat. Disini juga biasanya si desainer itu terlalu dianggap enteng dan biasa saja. Namun sayang kini harga sebuah otak creative dijual dengan harga yang sangat murah dan sangat negosiable layaknya harga barang, karena kini sudah tidak lagi dihargai oleh masyarakat dan hal ini lebih sering terjadi di Indonesia. Bayangkan saja untuk menghargai sebuah hasil karya hand-made saja tidak setimpal dengan hasil cepat machine-made. Atau lain lagi dengan pemapasan ide yang bisa sangat liar dan gila sebelum waktunya si monster beraksi ketika arahan atau briefing dari penjahat (kiasan yang sangat cocok) mengarahkan ini itu pembatasan dogma yang harus dipatuhi dalam sebuah proyek misalkan jadi kita berkreasi dengan keterbatasan concept sehingga mau menciptakan sesuatu itu harus.
Tapi dari keseluruhan itu memang ini adalah dunia desain yang penuh dengan ujian lahir bathin, hanya harapannya untuk ke depan ialah penghargaan pada otak-otak kreatif ini lebih maksimal lagi dan masyarakat pun bisa menghargai hasil karya para jenius yang sudah ada tidak usah jauh-jauh dulu.. Penghargaan itu bisa dalam bentuk beli CD asli-NO PIRACY, hargailah hasil kreasi dengan membelinya sesuai tingkat kewajaran, ikut melestarikan budaya bangsa ini dengan ikut andil dalam memperkayanya. Apalagi kita sebagai generasi muda punya hak kedudukan yang kuat dalam pembangunan negeri ini kedepan, suara kita sangat penting. Jangan takut untuk breakthru asalkan ada alasan dan pendapat yang kuat dan masuk akal. Akhir kata sekian terima kasih mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. Wass

Komentar (1)
Ketidakadilan emang udah ga asing lagi kita denger dlm dunia bisnis dan organisasi, dengan tujuan meraih ’keuntungan lebih’ untuk sipenjahat. Lo ibarat anak baru kemarin sore yg baru punya skill yg baru bisa megang kursor… nah! tinggal dikasih iming2 ini itu lo mau kerja buat sipenjahat. Tapi gpp ndy… ambil hikmahnya…pengalaman juga buat lo buat kedepannya… semangat ya!
16 April 2010