Remaja ibaratkan tunas pada sebuah pohon. Jika pohon saja rentan akan gangguan hama, lingkungan dan sebagainya apalagi tunas yang notabenenya masih seperti bayi dalam fase hidup manusia yang sensitif terhadap pengaruh luar. Ya, bicara tentang remaja adalah suatu hal yang rumit seperti lika-liku jalan. Kehidupan kelompok berusia belasan ini terbilang hard to say, dimana pada saat ini dialami berbagai bentuk gejolak muda seperti masalah puberitas.
Banyak unsur pendukung pengembangan kreatifitas, prestasi dan attitude dari seorang anak dalam kelompok remaja. Salah satunya adalah berbicara mengenai kepercayaan diri atau yang sering disebut self confidence oleh teman kita dari ras kaukasoit. Kepercayaan diri atau yang sering disingkat dengan ”pede” oleh anak baru gede ini merupakan salah satu bentuk output dari seorang individu dalam menyikapi banyak hal seperti berbicara, bertindak atau bahkan yang terkecil berfikir.
Menimbulkan percaya diri dalam remaja sungguh tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak partikel pembentuk yang belum dan tidak dapat dipastikan karena cenderung terlihat secara eksplisit. Kemingkinan hal ini tercipta oleh hanya satu faktor, namun tak menutup kemungkinan juga merupakan hasil mixing dari beberapa struktur pembentukan.
Ada opini yang angkat bicara bahwa kepercayaan diri ini hadir bersamaan dengan lahirnya individu kebumi ini, dengan kata lain salah satu kunci kesuksesan ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Tak mau kalah dengan pendapat sebelumnya, argumen yang mengatakan kepercayaan diri itu timbul karena adanya dorongan untuk suatu tujuan tertentu seakan diperkuat dengan contoh bahwa peneliti kerap kali bereksperimen dengan memulainya dalam mimpi atau purpose sehingga berhasil beriringan dengan kepercayaan diri.
Pengalaman adalah guru yang terbaik juga seakan mengajarkan silabus terbaru yaitu kepercayaan diri. Anak yang melihat sesuatu kebiasaan cenderung meniru kebiasaan tersebut. Seseorang tak jarang mewarnai tumbuhkembangnya dengan beberapa pengelihatan, pendengaran yang terbungkus rapi dalam satu kata experience. Melalui pengalaman tersebut mindset atau cara pandang seseorang terhadap segala sesuatunya akan berubah dalam dua kmungkinan hasil yaitu sisi positif atau pun negatif. Mengenai kebaikan yang selalu diharapkan dan diinginkan itu tergantung koneksi antara pribadi seseorang dengan hati nurani dan budi luhur yang tertancap jauh dalam lubuk hati masing-masing orang.
Huhh, topik yang satu ini memang agak menyebalkan yaitu tentang kegagalan. Kalau ada survei tentang seberapa bencikah masyarakat Indonesia terhadap kegagalan. Mungkin sembilan dari sepuluh orang akan mengatakan ,”benci banget gila lohh!” Memang kegagalan adalah musuh dalam setiap harapan, karena seakan mematahkan tunas yang berkembang, membangkrutkan usaha yang baru dirintis dan juga mematikan api dalam sekam penghangat.
Namun siapa sangka bahwa hal ini juga memberi efek positif. Dari kegagalan seseorang dapat belajar, memulai langkah baru dan yang terpenting yaitu dapat melahirkan bahkan mempertebal dinding kepercayaan diri. Hal itu akan terjadi dengan satu persyaratan bahwa orang tersebut harus mempunyai paket lengkap antibodi diri yaitu mental baja dan moral berwawasan baik yang tidak mudah menyerah serta putus asa. Karena filosofi barat yang mengatakan ,”Cleverness does not have any function without good morality” tidak hanya ungkapan kata-kata, namun juga hal yang sudah terbukti dengan berbagai biografi keberhasilan.
Setelah tahu asal muasal daripada si sikap fenomenal yaitu kepercayaan diri yang terpenting adalah manfaat dari kepercayaan diri tersebut. Dengan percaya diri seseorang dapat menampilkan dirinya sebagai sosok yang luar biasa. Sebagai remaja aktif yang kebanyakan tergolong pelajar sikap ini sangat diperlukan dalam setiap tindak tanduk akademis untuk mencapai prestasi dan menapaki hari depan penuh ceria. Misalnya dengan orasi penuh kenyakinan di depan kelas sehingga memukau audience dan membiasakan diri tampil sebagai kepala dan bukan ekor.
Hal ini akan membangun kualitas secara langsung dari dalam diri seseorang. Selain itu pribadi dengan kepercayaan diri akan terlihat tangguh dan memiliki mental bersaing yang sangat tinggi (Ibaratkan kura-kura yang memiliki cangkang yang keras). Tak dapat dipungkiri alternatif pilihan dan ide yang cemerlang pun perlahan tetapi pasti akan muncul melalui individu luar biasa seperti ini.
Dengan percaya diri yang disertai kerendahan hati juga seseorang akan dengan mudah terbuka cakrawala pikirannya dan sarat berhubungan dengan kreatifitas. Potensi diri yang bahkan sangat bermanfaat juga kerap sekali berkolaborasi untuk mewujudkan mimpi indah dari tiap individu. Hal ini akan sangat diperlukan dewasa ini apalagi dalam menghadapi globalisasi dan peradaban yang semakin meningkat dan diiringi informasi teknologi yang semakin melangit ini.
Jika semua list positif sudah dituangkan secara panjang, maka pertanyaan tentang adakah sisi buruk dari kepercayaan diri ini akan dijawab. Kepercayaan diri ibarat teman baik bagi orang yang memanfaatkan dengan suatu kebijaksanaan yang berkepanjangan, namun tak menutup kemungkinan hal ini akan berubah menjadi musuh yang sangat tangguh jika lebih dari dosis yang telah ditentukan.
Apakah dosis yang telah ditentukan tersebut? Artinya bahwa percaya diri yang berlebih menghasilkan gejala penyakit over confidence yang menyebabkan banyak cabang penyakit. Pertama, seseorang akan merasa di atas awan dalam setiap kesempatan ia dapat menunjukkan jati dirinya dengan power yang kuat tersebut dan berujung pada satu kata ”sombong.”
Bukan hanya itu, namun rasa pede yang sangat berlebih akan menghasilkan tindakan yang sering dikatakan lebay oleh para remaja dan menyebabkan orang yang seperti ini dijauhi karena dianggap berlebihan dalam mengekspresikan kreasi yang ada dalam dirinya. Hal yang berlebihan ini juga tak ayal dapat menyebabkan perubahan jati diri serta pola tingkah laku yang malah dapat mematikan the true soul dari pada orang itu sendiri.
Membangun, memelihara serta meningkatkan rasa percaya diri itu memang perlu namun juga harus wapada akan segala dampak negatif yang ada. Dewasa ini remaja yang ada sudah semakin kritis dalam berfikir bahkan bertingkahlaku jadi hendaknyalah dapat membuat suatu keseimbangan antara target individual dengan pandangan umum. Jangan pernah memandang panorama dengan mata kasat saja namun coba pakai teropong atau kamera untuk bahan perbandingan
Last but not least, rangkaian informasi ini ditutup dengan pengertian rasa percaya diri menurut tokoh dalam cyber network yaitu rasa percaya diri merupakan potensi yang sangat luar biasa dan mempengaruhi standar kualitas hidup pada setiap manusia. So be confidence!

Komentar (10)
Are you 17? Wow. Salute.
24 February 2010Failure is the postponed success
24 February 2010bagus untuk seseorang yang sedang dilanda krisis “percaya diri”..
24 February 2010@ azka : ya, bagus untuk menumbuhkan semangat percaya diri untuk membangun bangsa tentunya
)
24 February 2010aplg kalau dalam pergaulan remaja bgini .
24 February 2010penting bgt nih disajikan artikel yg seperti ini .
sebagai penyemangat .
k, tp knp yh, disaat kepedaan ku dtg, yg da kesialan yg hadir, tp saat ak tdk pede, kbruntungan itu hadir… gmn neh k?
24 February 2010*langsung saja*
25 February 2010memang anak muda zaman sekarang ya… semangat !
ya setuju!!be a better youth!
25 February 2010talk less do more..
yo i
25 February 2010@ acha : ys i’m
@ k’ bella : i can’t disagree more about that quote ;>
@ miss grace : heheh ya anda juga masih sangat muda kok miss hhehe
)
@ k’april : thanks SEMANGAT
@ Ayeth : YOU ARE WHAT YOU ARE THINKING, so never stop dreamin vo the best and say “i’m the best so i can get the best”
)
11 March 2010pasti kamu bisa, tetep semangat