Proud to be yourself!

Ditulis pada 15 Juli 2010 oleh Reggievia

Pernah merasa nggak puas sama diri sendiri? Membandingkan kelemahan sendiri dengan kelebihan orang lain? Atau merasa orang lain jauh lebih hebat dari diri sendiri?

Membandingkan disini maksudnya seperti ini: “kok dia jauh lebih cantik ya dari gue?” atau “kok dia bisa main gitar gue nggak bisa?”. Hal seperti ini wajar terjadi, apalagi sebagai manusia yang nggak pernah puas sama apa yang dipunya. Padahal, kita semua diajarin untuk mengsyukuri apa yang ada (bahkan ada lagunya kan? :p). Jujur, saya yang dulu jarang banget membandingkan diri sendiri dengan orang lain, entah kenapa belakangan ini jadi suka membandingkan diri dengan teman sendiri, khususnya dalam hal nilai di kampus.Pernah merasa nggak puas sama diri sendiri? Membandingkan kelemahan sendiri dengan kelebihan orang lain? Atau merasa orang lain jauh lebih hebat dari diri sendiri?

Membandingkan disini maksudnya seperti ini: “kok dia jauh lebih cantik ya dari gue?” atau “kok dia bisa main gitar gue nggak bisa?”. Hal seperti ini wajar terjadi, apalagi sebagai manusia yang nggak pernah puas sama apa yang dipunya. Padahal, kita semua diajarin untuk mengsyukuri apa yang ada (bahkan ada lagunya kan? :p). Jujur, saya yang dulu jarang banget membandingkan diri sendiri dengan orang lain, entah kenapa belakangan ini jadi suka membandingkan diri dengan teman sendiri, khususnya dalam hal nilai di kampus.

Saya punya seorang teman di kampus yg bertipe nggak perlu belajar cape-cape untuk nilai tinggi, belajar pas hari-h nilai 8 atau 9 pasti bisa didapat. Kalau saya, musti belajar jauh-jauh hari, berjam-jam setiap harinya demi mendapatkan nilai yang tinggi, apalagi kalau mau ujian akhir semester. Tiap hasil ujian keluar, saya pasti langsung bertanya dalam hati, “dia dapat berapa ya?” mestinya saya cukup tanya nilai sendiri aja, tapi malah pusing mikirin nilai orang, aneh kan? Setelah tahu nilai dia lebih tinggi dari saya, saya pasti langsung tidak senang dan memaki diri sendiri, “kamu tuh belajar lebih serius dari dia, kenapa nilaimu lebih rendah??”.

Karena pusing sama diri sendiri yang kayak gini, akhirnya kemarin ini cerita sama sang adik tercinta. Si adik bertipe sama dengan teman saya, jadi dia ngerti keadaan yang saya alami. Dia sendiri merasa punya saingan di sekolah (saya bingung, adik saya ini pintar banget, masih ada yang lebih pintar dari dia? Well, rumput tetangga pasti lebih hijau). Tapi dia nggak membandingkan diri dia dengan saingannya itu, dia membuat sebuah “persaingan sehat” dengan menganggap saingannya itu sebagai motivasi supaya dia belajar lebih lagi. Jangan liat kelemahan diri sendiri, tapi lihat kelebihan diri sendiri itu kuncinya. Setiap orang beda-beda kok, kamu beda, dia beda, nggak ada yang sama. Feel better setelah adik bilang seperti gitu, dan hari itu juga saya langsung merubah pola pikir selama ini dan belajar lebih baik lagi.

So, stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Jadikan orang lain sebagai “bahan pelajaranmu”, bukan sebagai perbandingan bagi dirimu. Kamu akan merasa jauh lebih baik jika mempunyai pikiran seperti itu. Saya sudah membuktikannya, tinggal kamu yang mempraktekkannya sendiri. Proud to be yourself!

Saya punya seorang teman di kampus yg bertipe nggak perlu belajar cape-cape untuk nilai tinggi, belajar pas hari-h nilai 8 atau 9 pasti bisa didapat. Kalau saya, musti belajar jauh-jauh hari, berjam-jam setiap harinya demi mendapatkan nilai yang tinggi, apalagi kalau mau ujian akhir semester. Tiap hasil ujian keluar, saya pasti langsung bertanya dalam hati, “dia dapat berapa ya?” mestinya saya cukup tanya nilai sendiri aja, tapi malah pusing mikirin nilai orang, aneh kan? Setelah tahu nilai dia lebih tinggi dari saya, saya pasti langsung tidak senang dan memaki diri sendiri, “kamu tuh belajar lebih serius dari dia, kenapa nilaimu lebih rendah??”.

Karena pusing sama diri sendiri yang kayak gini, akhirnya kemarin ini cerita sama sang adik tercinta. Si adik bertipe sama dengan teman saya, jadi dia ngerti keadaan yang saya alami. Dia sendiri merasa punya saingan di sekolah (saya bingung, adik saya ini pintar banget, masih ada yang lebih pintar dari dia? Well, rumput tetangga pasti lebih hijau). Tapi dia nggak membandingkan diri dia dengan saingannya itu, dia membuat sebuah “persaingan sehat” dengan menganggap saingannya itu sebagai motivasi supaya dia belajar lebih lagi. Jangan liat kelemahan diri sendiri, tapi lihat kelebihan diri sendiri itu kuncinya. Setiap orang beda-beda kok, kamu beda, dia beda, nggak ada yang sama. Feel better setelah adik bilang seperti gitu, dan hari itu juga saya langsung merubah pola pikir selama ini dan belajar lebih baik lagi.

So, stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Jadikan orang lain sebagai “bahan pelajaranmu”, bukan sebagai perbandingan bagi dirimu. Kamu akan merasa jauh lebih baik jika mempunyai pikiran seperti itu. Saya sudah membuktikannya, tinggal kamu yang mempraktekkannya sendiri. Proud to be yourself!


Komentar (3)

 


× 8 = sixty four


  • deby

    keren..!!!
    menggugah hati banget :D

    10 September 2010
  • jeanniedpt

    saya senang sama artikel ini. well, saya termasuk tipe kek si adik. begini… pikiran saya sih simpel saja. mungkin memang manusia seperti saya-saya ini banyak membuat orang kesal, tapi ini memang sesuatu yang ga bisa saya ubah.
    Yang saya lihat malah beban saya lebih besar. Kenapa? karena saya memiliki waktu lebih banyak, otomatis saya harus melakukan sesuatu dalam waktu itu.
    jika kita analogikan, bagaikan Indonesia dan Amerika. Amerika memiliki ilmu pengetahuan, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang handal. Tapi kenapa hingga saat ini Indonesia tidak dapat maju? karena terlalu sibuk untuk sirik sana sini.
    Padahal jika kita bisa memanfaatkan berbagai beasiswa, kita bisa lebih maju dari Amerika. hahaha…
    so, belajar dari yang ga bisa, akui kalau kita memang memiliki kelemahan, tapi punya semangat untuk menjadi lebih baik.
    Saya pun bukannya ga pernah mengalami kesulitan, tapi saya selalu memfokuskan diri untuk mencari penyelesaian. daripada membandingkan dan habis waktu, mendingan bergerak biar masalah cepat selesai. ^^

    5 Januari 2011
  • Doeri Putra

    Semua orang tidak mampu melakukan apa yang bisa kita lakukan, Begitupun sebaliknya,,_all is well

    15 Januari 2011