UN SMA seakan-akan menjadi mimipi buruk atau nightmare bagi siswa siswi SMA di Indonesia dari tahun ke tahun. Aturan pemerintah yang menetapkan UN SMA sebagai standar kelulusan memicu pro kontra dari segala kalangan. Siswa siswi di Indonesia sebagian besar sangat keberatan akan adanya UN SMA, karena membuat kelulusan menjadi berat dan hanya ditentukan oleh ujian yang dilakukan selama 3 hari tersebut, padahal dampaknya 3 tahun masa mereka belajar di sekolah menjadi taruhannya.
Mungkin kita sering melihat UN SMA dari sisi negatif -nya saja yang membuat banyak orang strees dan depresi menghadapinya. Akan tetapi,coba kita sesekali berfiir bahwa UN SMA itu Ujian yang Nikmatnya Selangit dan Mudah Abiez! Dengan begitu, kita bisa lebih enjoy dan tenang menghadapi ujian ini. Tidak mudah memang, tapi mulai dari jauh-jauh hari (sekarang!). Segala sesuatunya apabila dipikirkan ke sesuatu yang simple walaupun masalah itu berat sekalipun, maka akan menjadi ringan juga, teknik ini sering disebut dengan AFIRMASI. Sebelum lebih jauh, coba kita lihat negara tetangga kita yang juga memakai system UN SMA sebagai standard kelulusan. Mereka memilki standar yang lebih tinggi (Malaysia 6,00 dan Singapura 7,00) dari pada standar di Indonesia. Ini mengindikaskan bahwa Indonesia harusnya malu dengan standard kita yang masih rendah dan tidak seharusnya kita menolak UN SMA.
Maka dari itu temand2 yang sekarang sedang SMA, ya sebaiknya kita melihat sisi positif dari tantangan yang akan kita hadapi. Kita optimis dan terbuka serta berfikir positif berulang-ulang kali kalau UN SMA itu memang ujian yang nikmatnya selangit dan mudah abiz! Tentunya kita juga.sambil belajar keras dan berdoa . Think simple, think positif, think you can, and you will get the best!
Saya sangat senang apabila kamu komentar di bawah ini
UN SMA seakan-akan menjadi mimpi buruk atau nightmare bagi siswa siswi SMA di Indonesia dari tahun ke tahun. Aturan pemerintah yang menetapkan UN SMA sebagai standar kelulusan memicu pro kontra dari segala kalangan. Siswa siswi di Indonesia sebagian besar sangat keberatan akan adanya UN SMA, karena membuat kelulusan menjadi berat dan hanya ditentukan oleh ujian yang dilakukan selama 3 hari tersebut, padahal dampaknya 3 tahun masa mereka belajar di sekolah menjadi taruhannya.
Mungkin kita sering melihat UN SMA dari sisi negatif -nya saja yang membuat banyak orang strees dan depresi menghadapinya. Akan tetapi,coba kita sesekali berfiir bahwa UN SMA itu Ujian yang Nikmatnya Selangit dan Mudah Abiez! Dengan begitu, kita bisa lebih enjoy dan tenang menghadapi ujian ini. Tidak mudah memang, tapi mulai dari jauh-jauh hari (sekarang!). Segala sesuatunya apabila dipikirkan ke sesuatu yang simple walaupun masalah itu berat sekalipun, maka akan menjadi ringan juga, teknik ini sering disebut dengan AFIRMASI. Sebelum lebih jauh, coba kita lihat negara tetangga kita yang juga memakai system UN SMA sebagai standard kelulusan. Mereka memilki standar yang lebih tinggi (Malaysia 6,00 dan Singapura 7,00) dari pada standar di Indonesia. Ini mengindikaskan bahwa Indonesia harusnya malu dengan standard kita yang masih rendah dan tidak seharusnya kita menolak UN SMA.
Maka dari itu teman2 yang sekarang sedang SMA, ya sebaiknya kita melihat sisi positif dari tantangan yang akan kita hadapi. Kita optimis dan terbuka serta berfikir positif berulang-ulang kali kalau UN SMA itu memang ujian yang nikmatnya selangit dan mudah abiz! Tentunya kita juga.sambil belajar keras dan berdoa . Think simple, think positif, think you can, and you will get the best!
Saya sangat senang apabila kamu komentar di bawah ini

Komentar (13)
nah kalo SMP singkatannya apa nih

24 February 2010sebenarnya sih kalo gue bilang soal UN ga segitu nyeremin kok, soalnya dari tahun ke tahun kisi-kisinya sama semua, cuma beda soalnya doang. ikut pemantapan terus aja, lama-lama terbiasa kok sama tipe soal di UN
keep fighting for the National Exam!
UN itu sebenarnya bukan merupakan penentuan dari lamanya 3 tahun bersekolah semasa SMA. Harusnya setiap siswa punya pemikiran bahwa 3 hari UN adalah pembuktian dari lamanya 3 tahun belajar di sekolah.
Jangan menyerah kalau belum pernah mencoba. Semangat untuk adik-adik yg akan menghadapi UN 2010!
25 February 2010pemerataan kualitas pendidikan terlebih dahulu baru selanjutya membuat parameter
25 February 2010hmm ketegangan itu yang nantinya bakal jadi bingkisan kenangan indah setelah kami “lulus” ‘amin’ hhehe
so to say i’m not afraid is not as easy as you told pal,
)
25 February 2010but we can say “WE WILL DO IT AS WELL” hhehe
Thats right my brother..dont worry about that test, coz every little problem, its gonna be allright..
26 February 2010gue setuju nih,
2 March 2010The article is well said indeed!:) Kadang-kadang, kita memang suka mikir…”Klise plus muna banget kalo gw bilang gw suka ujian!” haha,iya nggak sih?
Gw sendiri baru lulus dari Junior College di Singapura, dan kalau boleh sharing, that’s probably one of the most excruciatingly painful moments in my life. Tapi yang jelas, perjuangannya kebayar kok, karena alhasil murid-murid di Singapura secara general memiliki motivasi dan semangat belajar yang tinggi. Beli bocoran atau nyontek pas ujian? Nggak mungkin banget! Kecuali kalau mau di-DO sama pihak sekolah.
Menurut gw, ujian sih sah-sah aja, malah justru bermanfaat, karena kita sebagai murid jadi terpacu untuk belajar. Pada dasarnya, ujian merupakan cara yang paling objektif dan praktis dalam menilai prestasi seseorang, karena dalam ujian, pihak pendidik berusaha menilai hasil kerja keras seorang musid, ditambah lagi cara murid tersebut menghadapi problem dalam kurun waktu yang terbatas dan keadaan yang bisa bikin jantung mau copot. Cara kita melihat isu ini bisa juga dengan mempertimbangkan bahwa mungkin akan menjadi kurang efisien kalau prestasi seseorang diukur dengan cara yang tidak exact atau bahkan subjektif. Nah, cara menilai lewat ujian inilah yang mendasari sistem meritokrasi di banyak Negara-negara maju.
Ketidaksetujuan terhadap ujian mungkin merupakan hasil ke’stress’an kita saat ujian, bisa juga merupakan ketidaksetujuan kita terhadap sistem pendidikan yang rigid. Yang jelas, cara yang terbaik bagi Negara kita dan sebagian besar Negara lain adalah ujian tertulis ini. Tentunya ada alternatif lain bagi orang-orang yang sudah mengetahui dengan pasti panggilan hidup mereka, yaitu dengan masuk ke sekolah-sekolah khusus dan kejuruan. Pada akhirnya, semua itu merupakan pilihan kita,kan? Consequences follow the choices! Jadi, karena kita sudah memilih buat bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, kita jalanin aja ujian dengan pikiran terbuka. Yang jelas, jangan pernah berhenti meminta bimbingan dan kekuatan dari yang di atas
Itu dia pendapat gw yang juga lagi was-was nunggu hasil ujian akhir. Doain ya, Sobat2.
Dan buat yang mau menghadapi ujian…jangan pernah menyerah ya. Kalai ibaratnya lomba lari, ini lap terakhir yang harus kalian hadapi. Pilihan kalian adalah : menyerah dan kalah, ATAU menang dan tau kalau kamu sudah berusaha sekuat tenaga.
2 March 2010Dengan adanya UNAS, yang di tes bukan hanya materi pelajaran selama 3 tahun menempuh pendidikin. Akan tetapi, juga mental kita sebagai pelajar..
2 March 2010So,, Semangat dan buktikan kalau kita bisa..
YA,EMANG UN ITU MUDAH, ASAL SERING MENGERJAKAN TAHUN-TAHUN LALU AJA SIH….
6 March 2010PALING nggak 7 tahun terakhir lah
saya si awalnya gag stuju bget ma si UN” ini. sbagai plajar indonesia saya juga mrsa klo UN ini gag adil bget sumpahh!!! tpi klo qt lebih menelaah lagi.. kya.y sah2 aja tuh. pemerintah indonesia cm pgend ngasi sdkit mutu buat kita2 smua. yaaa… gag make sense emg! tpi yaa gtu dhe, gag bsa di apa2in lagi. jalanin aja. saya bkal ikut UAN 2011. dger2, UAN bkal di tiadakan.. pas 2011 tapi gag tau juga si. soalnya gua bner2 gag update ma brita indonesia. (gw nak exchange student skrg) yaa.. buat tmen2 yg tggal ngitung hari buat UAN Bntar lagii… smgat aj!! do ur best!! psti bisa kog. yakin aja. oke oke. haha. catch yaa!!
7 March 2010[...] More here: UN SMA (Ujian Nikmatnya Selangit Mudah Abiez!) « Artikel | Saatnya … [...]
8 March 2010UN menurut saya itu bagus, karena siswa harus diajarkan tantangan. dengan tantangan itu siswa dapat meelatihkan dirinya bagaimana menghadapi tantangan tersebut. Tetapi ada beberapa masalah yang tidak menyenangkan bagi murid, yaitu guru yang tidak profesional, hal itu menyangkut dengan UN, siswa akan kesulitan menghadapi UN apabila guru tidak profesional, hal tersebut berpengaruh dengan pemahaman siswa terhadap soal soal UN.
17 April 2010ia mnurut gue UN itu t’gntung pda dri Qta sndri kLo Qta pinter ia psti gue bsa ngrjainnya v’ kLo loe2 bego psti loe gx bsa ngrjainnya..
11 September 2011betul gx!!