Demokrasi bentuk sistem pemrintahan Indonesia, bebas berbicara dan mengemukakan pendapat tentang pemerintahan melalui media massa, demo, dll. Dulu pada zaman orde lama dan baru bicara dan komplain tentang sistem pemerintahan sangat dibatasi bahkan ada yang dibunuh secara diam-diam karna dianggap sebagai provokator.
Pada era demokrasi saat ini kebebasan berbicara tidak bersyarat lagi telah melampaui batas, seenaknya saja. Tidak lagi memperhatikan attitude budaya timur, melanggar kaidah-kaidah dan norma kesopanan dalam demokrasi. Beberapa saat lalu demo besar-besaran 100 hari SBY-Boediono, salah satu kelompok masa Menaruh poto presiden (maaf) di bokong kerbau disitu di tuliskan Sby badan nya besar tapi tidak bisa mnegurus negara. Pantaskah kebebasan berekspresi tanpa memperhatikan etika? saya sangat prihatin dengan keadaan SDM Indonesia saat ini. Perbuatan anarkis mahasiswa merusak property yang ada pada saat berdemo,sebagai kaum intelek pantaskah seperti itu. masi banyak contoh lain yang kita bisa lihat, kapan indonesia akan maju kalau tidak beretika. Majunya sebuah Negara di tentukan oleh kualitas SDM yang dimiliki sebuah Negara.
menurut teman-teman bagaimana mengantisipasi krisis moral dan etika di Indonesia?
Krisis Moral dan Etika..
-
-
Beberapa hari yang lalu, saya mengupdate personal message (display message) di facebook, " Make a move Indonesia! Do anything, other than burning pictures." Status saya tersebut di-like banyak sekali teman-teman facebook, sehingga saya mulai merasa yakin, bahwa banyak orang-orang yang sependapat dengan saya mengenai tidak etisnya cara 'berdemokrasi' di Indonesia.
Democracy, not demo'crazy'.
Sebenarnya, apa sih arti demokrasi itu? Menurut kamus online yang sangat dekat dengan kalangan remaja seperti kita ini (alias Wikipedia), demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.Secara tidak berbelit-belit, kita mengetahui bahwa sebuah negara yang menjalankan praktek berdemokrasi merupakan tempat di mana kebebasan berpendapat merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi.
Pendapat saya sih, tidak berbeda dengan Diana. Rupanya, bangsa kita belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara berdemokrasi secara sistematis dan bertanggung jawab.Kita juga harus mempertanyakan istilah 'kaum intelek' yang selalu dibangga-banggakan banyak kaum mahasiwa. Intelektualitas kan sangat dekat kaitannya dengan kecerdasan emosional . Makanya, seseorang yang beredukasi , belum tentu intelek jika Ia tidak dapat mengendalikan emosinya. Jadi kesimpulannya, mungkin demokrasi belum cukup matang di Indonesia, dan keadaan ini sangat bisa dimaklumkan, melihat negara Indonesia juga baru belajar mempraktekkan sistem ini perlahan-lahan. Akan tetapi, tentunya kita tidak dapat membiarkan 'DEMOCRAZY' ini berlangsung terus tanpa usaha untuk membimbing dan memperbaiki pola berdemokrasi kita.
Yang jelas, penyuluhan dan pembagian informasi mengenai etika berdemokrasi harus digalakkan, baik di antara kalangan mahasiswa, maupun kepada rakyat secara keseluruhan. Cara-cara halus, seperti menggunakan media elektronik juga dapat digunakan sebagai usaha persuasi yang efektif.Yang harus segera berubah adalah : pola pikir yang mendahulukan otot dari otak, serta menomorsatukan emosi dari logika. Pemerintah juga sebaiknya lebih membuka portal-portal bagi masyarakat, juga para pemuda, untuk menyalurkan aspirasi mereka secara damai. Mungkin selama ini orang merasa marah bingung mencari-cari cara apa lagi yang dapat digunakan untuk berpendapat, selain mengadakan demo di depan gedung pemerintahan. Bagi mereka yang lebih akademis, menulis di koran mungkin dapat membantu menyalurkan opini mereka, namun bagi mereka yang tulisannya tidak memenuhi persyaratan cetak, beropini merupakan hal yang sangat inaccessible.
Jadi, alangkah baiknya jika platform-platform yang tepat disediakan sebagai sarana bertukar pikiran secara rutin, antara masyarakat dan aparat pemerintahan, misalnya dengan rapat rutin pemerintah daerah dengan masyarakanya, sehingga keluhan-keluhan dapat tersampaikan.
Pada dasarnya, demokrasi juga memegang teguh azas musyawarah yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Jadi, dengan sedikit bantuan dan latihan, semoga bangsa kita menjadi lebih baik dalam berdemokrasi!
:)
-
Saya sangat setuju dengan Jessicamarpaung, kata-katanya lugas banget dan sangat menggambarkan pikiran saya. Saya hanya ingin menambahkan, moral dan etika sebenarnya berawal dari lingkungan masing - masing. Apabila sejak kecil kita tidak diberi pengajaran yang cukup dan mendalam tentang moral dan etika, sampai kita besar, mau se-intelek - inteleknya kita, cara kita dalam mengutarakan sesuatu tidak akan baik.
Maka, kita sebagai generasi penerus bangsa harus meningkatkan kualitas diri kita masing - masing, diawali dengan menyadari bahwa etika yang baik akan memberi banyak keuntungan terutama dalam hal relasi kita terutama juga dengan orang - orang penting. Juga sebarkan pada generasi - generasi yang lebih muda agar mereka memiliki pandangan dan landasan yang benar tentang etika dan moral yang sangat dibutuhkan di negara ini.
-
hai teman-teman
Diana, jessicamarpaung, dan cynthia :D
topik yang menarik! kalau menurutku, indonesia sekarang sedang dalam proses untuk berdemokrasi. Indonesia kan masih terlalu muda untuk budaya demokrasi. jadi, saya rasa gejolak-gejolak itu wajar.
Amerika waktu masih muda juga begitu. Maksudku, beratus tahun yang lalu, Amerika juga bergejolak dalam menegakkan pemerintahan demokrasi. sampai pernah Civil War segala.
Doakn saja, Indonesia tidak perlu berorientasi terlalu lama untuk bisa jadi negara demokrasi tulen. Mari berbuat! mari bertindak :D
Reply
You must log in to post.















