<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Shout! &#124; Indonesian Youth Conference</title>
	<atom:link href="http://shout.indonesianyouthconference.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shout.indonesianyouthconference.org</link>
	<description>Saatnya Suara Kita Didengar!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 16:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Penerapan Pendidikan Anti Korupsi di sekolah</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/nadhiamaharany/8701-penerapan-pendidikan-anti-korupsi-di-sekolah/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/nadhiamaharany/8701-penerapan-pendidikan-anti-korupsi-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 16:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhiamaharany</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8701</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki kasus korupsi yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Transparasi Internasional, Indonesia menduduki peringkat ke 6 dari 133 Negara Terkorup. Kita tidak hanya bisa diam dengan kasus yang sangat rumit ini. Oleh karena itu, kita harus menyelamatkan generasi muda dari budaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki kasus korupsi yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Transparasi Internasional, Indonesia menduduki peringkat ke 6 dari 133 Negara Terkorup. Kita tidak hanya bisa diam dengan kasus yang sangat rumit ini. Oleh karena itu, kita harus menyelamatkan generasi muda dari budaya korupsi yang telah mengakar di Negara kita ini. Memang susah untuk mengheentikannya, tapi bukan berarti kita tidak bisa kan?<span id="more-8701"></span></p>
<p>Penyadaran atas dampak buruk korupsi ini harus diajarkan sedini mungkin. Entah dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Jika di lingkungan keluarga, Orang Tua dapat menjelaskan kepada anak-anak mereka tentang dampak buruk korupsi, maka di lingkungan sekolah pun guru harus mampu mengajarkan tentang pendidikan antikorusi ini. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mengajarkan pendidikan antikorupsi di sekolah, dengan memasukannya dalam sub-bab pelajaran PKN. Karena jika ditinjau, PKN merupakan pelajaran yang paling cocok untuk mengajarkan pelajaran anti korupsi ini. Pelajaran ini dapat diajarkan berdasarkan jenjang dan umur siswa.</p>
<p>Bukan hanya teori, siswa pun membutuhkan praktek, karena &#8220;theory is nothing without practice &#8220;- teori tidak akan berguna tanpa praktek. Teori yang didapatkan siswa tersebut harus diimplementasikan. Bagaimana caranya? Caranya dengan membuka kantin kejujuran di sekolah. Di kantin kejujuran ini, siswa dituntut untuk melatih kejujurannya. Karena seperti yang kita ketahui bahwa kantin kejujuran adalah salah satu bentuk self service-melayani diri sendiri. Yang dimaksud dengan self service adalah kita sendirilah yang akan mengambil, menghitung dan membayar barang yang telah kita ambil dari kantin tersebut, tidak ada penjaga, tidak ada kamera cctv, yang ada hanyalah kejujuran.</p>
<p>Dengan kantin kejujuran ini kita dapat melatih siswa untuk jujur dalam perbuatan sehingga membuat siswa kedepannya akan tetap mempertahankan kejujuran tersebut sehingga siswa akan terhindar dari budaya korupsi. Dan generasi muda penerus bangsa pun akan terhindar dari budaya korupsi dan dapat membawa Indonesia menjadi Negara Maju.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/nadhiamaharany/8701-penerapan-pendidikan-anti-korupsi-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimanakah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/kezhiabsirait/8690-dimanakah-semboyan-bhinneka-tunggal-ika/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/kezhiabsirait/8690-dimanakah-semboyan-bhinneka-tunggal-ika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 02:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kezhiabsirait</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8690</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, saya mendengar sebuah siaran radio ketika dalam perjalanan menuju kantor. Dalam siaran tersebut, saya mendengar salah satu berita yang cukup menyedihkan dan sangat memprihatinkan. Kabar tersebut berasal dari kota hujan yang selama ini kita kenal, yaitu Kota Bogor. Berita tersebut membahas tentang penarikan ijin untuk menjalankan ibadah di salah satu gereja yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini, saya mendengar sebuah siaran radio ketika dalam perjalanan menuju kantor. Dalam siaran tersebut, saya mendengar salah satu berita yang cukup menyedihkan dan sangat memprihatinkan. Kabar tersebut berasal dari kota hujan yang selama ini kita kenal, yaitu Kota Bogor.</p>
<p>Berita tersebut membahas tentang penarikan ijin untuk menjalankan ibadah di salah satu gereja yang ada di perumahan Taman Yasmin, yang dikenal dengan nama Gereja Kristen Indonesia Yasmin.<span id="more-8690"></span></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mengikuti ibadah bersama dengan Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin di depan istana Presiden dengan jemaat lainnya. Ibadah ini diadakan dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, serta keadilan Presiden atas diskriminasi dan intimidasi yang dialami jemaat Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin beberapa tahun belakangan ini. Suasana haru sangat dirasakan pada saat itu.</p>
<p>Baru-baru ini beredar kabar mengenai pencabutan izin mendirikan bangunan atas nama Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin sekaligusdengan izin beribadah pada hari Jumat tanggak 27 Januari lalu melalui Surat Edaran Nomor 452.2/206-Huk yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Bambang Gunawan atas nama Wali Kota Bogor Diani Budiarto.</p>
<p>Namun perjuangan jemaat untuk mendapatkan kembali tempat ibadah tersebut tidak hanya berhenti disana. Perjuangan demi perjuangan terus dilakukan oleh jemaat untuk mendapatkan keadilan dan hak mereka untuk menjalankan ibadah. Beberapa hari yang lalu pun, tepat pada hari Minggu tanggal 21 Januari 2012 ada sekitar 500 anggota Jemaat Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin, Bogor, melangsungkan ibadat mingguan kembali di depan Istana Merdeka.</p>
<p>Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar Presiden turun tangan sebagai pemimpin negara untuk memberikan keadilan bagi seluruh warga Negara Indonesia secara merata.</p>
<p>Dimanakah semboyan Bhinneka Tunggal Ika?</p>
<p>Dimanakah semangat persatuan Negara Indonesia?</p>
<p>Mengapa kita menjadi rapuh dan mudah dipecah belah oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk diri mereka?</p>
<p>Indonesia akan maju jika ada semangat persatuan, saling menghargai dan menerima seluruh perbedaan dan keanekaragaman warga Indonesia.</p>
<p>Mengapa perbedaan menjadi suatu masalah yang dibesar-besarkan?</p>
<p>Keanekaragaman budaya dan agama serta cara beribadah adalah kekayaan tersendiri yang seharusnya patut untuk dibanggakan dan bukan menjadi salah satu pemicu perpecahan.</p>
<p>Hidup akan menjadi indah jika semua hidup saling menghargai, menerima segala perbedaan yang ada dan bukan bersaing untuk mendapatkan pengikut untuk agama atau kelompok masyarakat tertentu.</p>
<p>Kiranya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang telah ada sejak lama di Indonesia dapat kembali ditegakkan dan menjadi semangat hidup warga Negara Indonesia sehingga dapat hidup saling berdampingan dan mendukung satu dengan yang lain. Bersatu memajukan dan membangun kembali Negara Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/kezhiabsirait/8690-dimanakah-semboyan-bhinneka-tunggal-ika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMUDA BANGKIT!</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/etepers/8665-pemuda-bangkit/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/etepers/8665-pemuda-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 15:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>etepers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8665</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama kita semua sudah merdeka tapi dari sudut pandang saya kita belom sepenuhnya merdeka .Contoh misalnya bangsa indonesia adalah bangsa yg penuh dengan kekayaan alam tapi BODOHnya kita dan lemahnya SDM membuat pihak asing mengambil alih dan mengeruk. Rakyat kita banyak tapi kita masih dikenal bangsa INDON alias BABU oleh tetangga sebelah . Terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama kita semua sudah merdeka tapi dari sudut pandang saya kita belom sepenuhnya merdeka .Contoh misalnya bangsa indonesia adalah bangsa yg penuh dengan kekayaan alam tapi BODOHnya kita dan lemahnya SDM membuat pihak asing mengambil alih dan mengeruk. Rakyat kita banyak tapi kita masih dikenal bangsa INDON alias BABU oleh tetangga sebelah . Terlalu sombongkah penguasa lebih memilih mengurus toilet daripada rakyatnya yang masih sangat sangat miskin</p>
<p>Banyak hal yang miris , tapi janganlah kita flashback kebelakang tapi bagaimana kita melangkah 10 langkah kedepan . Tugas kita sebagai remaja adalah penerus generasi bangsa supaya bagaimana Indonesia menjadi jauh lebih baik dari hal hal yang gue ketik di atas .<span id="more-8665"></span></p>
<p>Permasalahannya remaja yang saya lihat saat ini adalah pemuda yang diperbudak oleh santainya zaman modern . sehingga sulit untuk menemukan pemuda berpikiran kritis atau paling tidak berguna dalam skala kecil . Belajarlah kita kembali dari Zaman Perang saat kondisi bangsa kita terjajah , ditekan , dikekang , dan diperbudak. Tapi justru saat itu mewabah Remaja bangsa yang berkualitas .seperti Bung karno (PNI) , Bung hatta (Indonesiche Vereegining) , Sutan Sjahrir , Chairil Anwar . Atau Organisasi perintis kemerdekaan , Ingat Jong Java DAN boedi utomo ? Ingat Indische Partij Atau ingat peristiwa sumpah Pemuda . Bukankah mereka semua Pemuda berkualitas ?berpengaruhkah mereka sebagai pemuda bagi bangsa ini ?</p>
<p>permasalahannya kalau kita compare dengan kebiasaan Remaja jaman sekarang miriskah kita melihat perpecahan hanya karena berbeda seragam sekolah demi mecari siapa jagoannya ? Terlalu pecundangkah remaja kita lari dari masalah hidup kemudian MATI KONYOL gara gara narkoba , Terlalu sibukkah kita dengan pacar kita sehingga tidak bisa berbuat sesuatu kecil demi bangsa ?</p>
<p>Berpikirlah !! Tidakkah kita sadari bersama sebenernya bangsa kita sangat membutuhkan generasi yang tangguh .Pemuda sampai kapan kita terlena sampai kapan kita tidur ? SAATNYA KITA BANGUN !! BANGKIT AYO BANGKIT BERSAMA !! bayangkan jika mereka para pendiri bangsa dihidupkan kembali percayalah mereka akan MENANGIS DARAH dan tertunduk malu melihat kelakuan remaja Indonesia . Mereka akan berkata &#8220;BUKAN INI BANGSA YANG KAMI BAYANGAKAN SAAT KAMI MENUMPAHKAN DARAH &#8221;</p>
<p>apakah kita sebagai remaja tidak malu oleh kelakuan kita sendiri ?</p>
<p>berpikirlah banyak mana ? bangsa ini yang memberikan sesuatu atau kamu yang memberikan sesuatu untuk negeri ini ?</p>
<p>Mulailah dari rubah dirimu sendiri Menjadi Manusia Psotof , Pedulilah lingkungan , dan kamu bisa berpengaruh untuk NDONESIA !! BANGKIT !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/etepers/8665-pemuda-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimanakah Keadilan Untuk Kaum &#8220;Sandal Jepit&#8221;</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/kezhiabsirait/8659-dimanakah-keadilan-untuk-kaum-sandal-jepit/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/kezhiabsirait/8659-dimanakah-keadilan-untuk-kaum-sandal-jepit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 16:43:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kezhiabsirait</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8659</guid>
		<description><![CDATA[Tepat hari Selasa malam pada tanggal 10 Januari 2012, saya bersama dengan keluarga menghabiskan waktu bersama sambil menyaksikan tayangan televisi di rumah. Saat itu, kami menyaksikan sebuah tayangan talkshow yang ada di salah satu stasiun tv swasta yang dikenal dengan nama Indonesia Lawyes Club. Malam itu membahas masalah mengenai Hukum Untuk Kaum &#8220;Sandal Jepit&#8221;. Awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat hari Selasa malam pada tanggal 10 Januari 2012, saya bersama dengan keluarga menghabiskan waktu bersama sambil menyaksikan tayangan televisi di rumah.</p>
<p>Saat itu, kami menyaksikan sebuah tayangan talkshow yang ada di salah satu stasiun tv swasta yang dikenal dengan nama Indonesia Lawyes Club. Malam itu membahas masalah mengenai Hukum Untuk Kaum &#8220;Sandal Jepit&#8221;.</p>
<p>Awalnya saya tidak mengerti mengenai topik yang dibahas saat itu. Dari yang tidak terlalu memperhatikan tayangan tersebut sampai terbawa suasana karena mengikuti diskusi yang ditayangkan malam itu.<span id="more-8659"></span></p>
<p>Acara yang dibawakan oleh Bapak Karni Ilyas mencoba mengangkat topik hangat mengenai ketidakadilan yang terjadi di Indonesia bagi kaum &#8220;sandal jepit&#8221;. Menghadirkan pengacara-pengacara ahli yang ada di Indonesia serta petinggi POLRI , aparat lainnya yang berkaitan, serta beberapa korban ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia.</p>
<p>Kasus pertama adalah mengenai meninggalnya dua orang remaja di dalam penjara yang ada di daerah Sumatera Barat tanpa diketahui alasan yang jelas dan terkesan ditutup-tutupi oleh pihak kepolisian. Kasus berikutnya adalah seorang TKI yang mencoba melaporkan tindakan atasannya dan dibantu oleh aparat keamanan setempat ( dua orang satpam), namun mereka malah diberhentikan dari tempat mereka bekerja dan dituduh sebagai tersangka pencemaran nama baik.</p>
<p>Kedua kasus ini sungguh amat mengiris hati ini ketika mendengar cerita hidup mereka. Keadilan terkesan hanya menjadi hak dan bagian bagi orang-orang yang memiliki uang banyak, derajat yang tinggi, status, dan memiliki kedudukan yang tinggi. Kemudian, bagaimana nasib orang-orang yang kurang beruntung atau dikenal dengan kaum &#8220;sandal jepit&#8221; yang tinggal di Indonesia?</p>
<p>Diskusi hangat dan kian memanas pun menjadi tayangan menarik bagi para masyarakat. Tayangan yang positif ini terus menjadi tayangan edukasi bagi masyarakat, membuka mata kita dimanakah sebenarnya letak hukum yang seharusnya diterapkan di Indonesia? Dimanakah peran pemerintah kita yang seharusnya?</p>
<p>Beberapa pihak terkait mencoba menyampaikan pendapatnya, namun saat itu saya sangat menyukai komentar yang disampaikan Prof. Dr. J.E. Sahetapy, seorang guru besar ilmu hukum. Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan bagaimana aparat kepolisian dan aparat keadilan pada saat ini tidak memiliki wibawa sama sekali dalam menjalankan hukum di Indonesia sehingga banyak terjadi kasus-kasus yang janggal. Terlalu banyak korban ketidakadilan hukum dan semakin hari semakin meningkat.</p>
<p>Komentar dari guru besar ilmu hukum tersebut sungguh membuat saya terkagum dengan keberaniannya menyatakan kebenaran dan tidak gentar terhadap tekanan-tekanan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Berbicara apa adanya!! ya, inilah yang saya kagumi dari seorang Prof. Dr. J.E. Sahetapy.</p>
<p>Dapat kita lihat sendiri, betapa banyaknya koruptor yang mengambil uang negara, uang rakyat dan hanya dihukum dengan masa tahanan yang tidak terlalu lama. Di sisi lain, jika kita perhatikan, banyak sekali kaum yang kurang beruntung dan melakukan perbuatan kriminal, seperti merampok, mencuri sandal jepit, mencuri hasil tanaman tetangganya, mencopet, dan perbuatan kejahatan lainnya dan ketika dibawa ke dalam pengadilan mendapatkan hukuman penjara yang lebih lama dan terkesan terlalu berlebihan.</p>
<p>Memang saya tidak terlalu mengikuti perjalanan politik yang ada di Indonesia ini, namun saya dapat melihat dengan jelas betapa tidak adanya keadilan dalam negara tercinta ini. Dimanakah pemimpin kita yang seharusnya mampu menegakkan kembali keadilan di negara ini?</p>
<p>Keadilan seharusnya tidak mengenal kedudukan, harta, status, dan derajat. Keadilan berlaku bagi semua orang.</p>
<p>Semua manusia berhak mendapatkan keadilan!!!</p>
<p>Terkadang, saya suka berangan-angan, jika semua kejadian kaum &#8220;sandal jepit&#8221; terjadi dengan diri mereka sendiri, apa yang akan mereka rasakan? mungkinkah pemimpin kita sudah terlalu kebal dan hati nurani mereka tertutup dengan segala keserakahan, keangkuhan, keegoisan, dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri hingga merugikan orang lain.</p>
<p>Dunia memang kejam dan kita mungkin tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa berharap banyak dengan para pemimpin negara ini. Kita hanya bisa berdoa agar mereka segera disadarkan oleh Tuhan.</p>
<p>Semoga kita tidak mengikuti jejak yang salah dan mampu menjadi bibit penerus bangsa yang akan menegakkan kembali keadilan dan kebenaran. Memulai dengan menerapkannya dari lingkungan dimana kita berada, bekerja, keluarga, dan lingkungan sekitar kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/kezhiabsirait/8659-dimanakah-keadilan-untuk-kaum-sandal-jepit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Pemuda, Punya Kuasa</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/terikatrika/8657-kita-pemuda-punya-kuasa/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/terikatrika/8657-kita-pemuda-punya-kuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 10:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>terikatrika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8657</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Apakah sejarah membangun kekuasaan atau sebaliknya, kekuasaan membangun sejarah?&#8221; -Profesor Gadungan, AD Donggo Itu masih menjadi pertanyaan buat gue, tetapi sejauh ini gue akan menjawab bahwa kekuasaan membangun sejarah. Ya, dengan adanya kekuasaan, maka tumbuhlah sejarah. Sementara ini, anggaplah bahwa itu benar, kekuasaan membangun sejarah, maka sejarah suatu negara ditentukan oleh para pemudanya. Kenapa bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Apakah sejarah membangun kekuasaan atau sebaliknya, kekuasaan membangun sejarah?&#8221; -Profesor Gadungan, AD Donggo</p></blockquote>
<p>Itu masih menjadi pertanyaan buat gue, tetapi sejauh ini gue akan menjawab bahwa kekuasaan membangun sejarah. Ya, dengan adanya kekuasaan, maka tumbuhlah sejarah.</p>
<p>Sementara ini, anggaplah bahwa itu benar, kekuasaan membangun sejarah, maka sejarah suatu negara ditentukan oleh para pemudanya. Kenapa bisa begitu?<span id="more-8657"></span></p>
<p>Kembali melihat ke belakang, ingatkah pada peristiwa Sumpah Pemuda? Sumpah Pemuda sendiri menjadi bagian dari kegiatan dalam Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928. Kongres ini juga menjadi tempat pertama lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Ya, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) telah memanfaatkan kekuasaannya sebagai pemuda untuk menggagas suatu kongres yang ternyata mampu menjadi tonggak persatuan Indonesia.</p>
<p>Contoh lain, ingatkah pada Peristiwa Rengasdengklok? Peristiwa ini sendiri dimulai dengan penculikan Soekarno dan Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 oleh para pemuda yang untuk kemudian didesak untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dan kemudian terjadilan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah penculikan tersebut.</p>
<p>Melihat dua peristiwa tersebut, bisa kita simpulkan bahwa pemuda Indonesia punya andil yang besar dalam membangun sejarah Indonesia. Tanpa Kongres Pemuda II, bisa jadi kita tidak mengenal Sumpah Pemuda. Tanpa Peristiwa Rengasdengklok, bisa jadi proklamasi terjadi beberapa bulan atau mungkin bertahun-tahun kemudian.</p>
<p>Dalam kondisi yang sulit, di tengah-tengah masa penjajahan, pemuda Indonesia bisa bergerak dan menggunakan kekuatannya sebagai pemuda untuk bergerak dan merubah keadaan. Bagaimana dengan kita? Dalam kondisi yang telah merdeka, tentunya kita tak lagi boleh sekedar mengeluh atas kondisi Indonesia sekarang. Kenapa tidak dengan melakukan tindakan-tindakan kecil yang bisa memberi solusi pada permasalahan yang kita keluhkan? Membuang sampah pada tempatnya untuk soal kebersihan, belajar tarian tradisional untuk soal pelestarian budaya, atau mempelajari lebih dalam tentang bioteknologi untuk soal kemajuan tekonologi kesehatan di Indonesia. Karena kita pemuda Indonesia, dan kita punya kekuasaan untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik!</p>
<p>-Trika (siswi SMA Al-Izhar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/terikatrika/8657-kita-pemuda-punya-kuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pelaku Perubahan</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/gustaafwalangitang/8650-menjadi-pelaku-perubahan/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/gustaafwalangitang/8650-menjadi-pelaku-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 15:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gustaafwalangitang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8650</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan.. Hal ini yang banyak diserukan, diminta para anak muda kepada mereka yang lebih tua. Genereasi muda menuntut perubahan dilakukan oleh generasi tua supaya kehidupan bisa jadi lebih baik. Faktanya, perubahan yang diharapkan mereka tak kunjung datang,tidak terealisasi, dan efek yang timbul adalah pemberontakan.. Menurut saya, hal ini terjadi karena generasi muda hanya menuntut hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perubahan..<br />
Hal ini yang banyak diserukan, diminta para anak muda kepada mereka yang lebih tua. Genereasi muda menuntut perubahan dilakukan oleh generasi tua supaya kehidupan bisa jadi lebih baik.</p>
<p>Faktanya, perubahan yang diharapkan mereka tak kunjung datang,tidak terealisasi, dan efek yang timbul adalah pemberontakan..<span id="more-8650"></span></p>
<p>Menurut saya, hal ini terjadi karena generasi muda hanya menuntut hasil dari perubahan tersebut tapi tidak mau<strong> menjadi bagian perubahan sebagai pelaku perubahan. </strong> Nikmati proses perubahan tersebut karena tidak ada yang instant.</p>
<p>So, mari kita menjadi pelaku perubahan bagi keluarga, kampus, serta negara kita ini, bukan hanya menuntut perubahan itu. Usia bukanlah kunci perubahan, tapi kualitas dan kemauan sebagai pelaku perubahanlah yang menjadi kunci..</p>
<p>God bless Young Generation, God bless Indonesia <img src='http://shout.indonesianyouthconference.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/gustaafwalangitang/8650-menjadi-pelaku-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DPR RI dan Mindset Orang Indonesia</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/ruchelles/8648-dpr-ri-dan-mindset-orang-indonesia/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/ruchelles/8648-dpr-ri-dan-mindset-orang-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 15:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Geralruchelle Beltia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8648</guid>
		<description><![CDATA[Sudah dengar dengan berita yang baru-baru ini marak tentang anggota DPR RI yang mengeluh tentang kondisi toilet gedung DPR yang menurut mereka kurang beradab? Saya, sebagai generasi penerus bangsa, yang ingin sekali menyampaikan tulisan saya yang semoga didengar oleh anggota DPR RI. 2 Miliar adalah harga yang sangat fantastis untuk hanya merenovasi toilet. Banyak pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah dengar dengan berita yang baru-baru ini marak tentang anggota DPR RI yang mengeluh tentang kondisi toilet gedung DPR yang menurut mereka kurang beradab?</p>
<p>Saya, sebagai generasi penerus bangsa, yang ingin sekali menyampaikan tulisan saya yang semoga didengar oleh anggota DPR RI.<span id="more-8648"></span></p>
<p>2 Miliar adalah harga yang sangat fantastis untuk hanya merenovasi toilet. Banyak pertanyaan yang ingin saya lontarkan kepada anggota DPR RI, apakah mereka tidak melihat diluar sana masih banyak orang yang untuk buang air kecilpun harus di kali? apakah mereka sungguh tega, di tengah krisis ekonomi budaya saat ini masih dengan mudah mengeluarga kocek 2 Miliar hanya untuk memperbagus toiletnya yang setelah ditelurusin masih <strong>SANGAT LAYAK?</strong></p>
<p>Sampai kapan mindset orang Indonesia stuck disitu terus? Seperti pepatah &#8220;like father like son&#8221; yang berarti generasi tua sangat memberikan pengaruh kepada generasi muda, kalau generasi tua saja sudah tidak mempedulikan nasib rakyat kecil, saya percaya generasi muda akan berbuat demikian. Tapi saya juga percaya, generasi muda bisa membuat PERUBAHAN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/ruchelles/8648-dpr-ri-dan-mindset-orang-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciliwung Impianku</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/rendra/8644-ciliwung-impianku/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/rendra/8644-ciliwung-impianku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 13:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8644</guid>
		<description><![CDATA[Sungai Ciliwung yang mempunyai hulu di daerah Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak, merupakan sungai yang mengalir di tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat serta ramai. Karena letaknya yang berada di tengah kota Jakarta dan melintasi perkampungan serta perumahan padat, Sungai Ciliwung tersebut mempunyai fungsi utama sebagai saluran pembuangan air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungai Ciliwung yang mempunyai hulu di daerah Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak, merupakan sungai yang mengalir di tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat serta ramai. Karena letaknya yang berada di tengah kota Jakarta dan melintasi perkampungan serta perumahan padat, Sungai Ciliwung tersebut mempunyai fungsi utama sebagai saluran pembuangan air hujan, agar air hujan tersebut tidak menggenangi pemukiman rumah penduduk dan tidak terjadi banjir.<span id="more-8644"></span></p>
<p>Sungai berubah dari waktu ke waktu, demikian juga dengan Sungai Ciliwung. Jalur alirannya kini banyak di manipulasi menjadi berupa kanal-kanal yang berfungsi sebagai pengendalian banjir. Pemukiman liar berupa gubuk-gubuk dan bangunan rumah semi permanen menjadi hiasan bantaran Sungai Ciliwung. Belum lagi gundukan sampah-sampah rumah tangga yang membuat aliran Sungai Ciliwung tidak lancar dan menjadi ancaman akan terjadi banjir ketika musim hujan tiba. Di antara gundukkan sampah tersebut terlihat ada beberapa warga yang memanfaatkannya untuk mengais rejeki dengan mengambil sampah-sampah yang masih dapat didaur ulang seperti berupa botol-botol dan gelas-gelas bekas kemasan air mineral untuk mereka jual kepada para pengumpul sampah daur ulang. Sungguh memperihatinkan, tetapi pemandangan yang demikianlah yang senantiasa tergambar dalam realitas bantaran Sungai Ciliwung pada saat ini.</p>
<p>Sungai Ciliwung mengalami berbagai kerusakkan yang sebagian besar penyebabnya adalah akibat ulah manusia. Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung tiada lagi mengindahkan Perda serta Undang-Undang yang melarang untuk membuang sampah ke sungai, akibatnya mereka dengan seenaknya membuang sampah ke sungai tanpa pernah memikirkan dampak buruknya. Jika masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung terus membuang sampahnya ke sungai maka akan mengakibatkan aliran sungai menjadi terhambat dan tidak lancar akibat sungai dipenuhi oleh gundukkan sampah, jika keadaan ini dibiarkan maka Sungai Ciliwung akan mengalami pendangkalan, bukan tidak mungkin lagi bahwa banjir akan senantiasa menghantui masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung setiap kali musim hujan tiba. Gundukkan Sampah yang menghalangi aliran Sungai Ciliwung tersebut ada beberapa yang merupakan sampah yang tidak lazim, berupa kasur, meja, kayu bekas peti kemasan hingga potongan balok kayu besar yang cukup sulit untuk diangkut oleh petugas kebersihan. Masalah lainnya yang tak penah kunjung usai adalah mengenai keberadaan pemukiman liar di bantaran Sungai Ciliwung. Pemukiman liar berupa gubuk-gubuk dan bangunan rumah semi permanen dapat mengakibatkan penyempitan lebar sungai Ciliwung dan dapat membuat aliran Sungai Ciliwung menjadi tidak lancar akibat kayu-kayu pondasi bangunan rumah yang berada di aliran sungai tersebut. Pemerintah terkait permasalahan tersebut telah mengupayakan dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) untuk menertibkan gubuk-gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Ciliwung agar lahan tersebut dapat segera dikosongkan. Namun, kerap kali pemukiman liar itu dibangun kembali dengan alasan karena tidak lagi mempunyai tempat tinggal yang lain, sehingga pemerintah harus melakukan penertiban dan pengosongan kembali lahan tersebut.</p>
<p>Untuk melestarikan Sungai Ciliwung dibutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat, terutama masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung hendaknya mengindahkan Perda serta Undang-Undang pemrintah yang melarang untuk membuang sampah ke sungai. Mereka seharusnya mengubah perilaku buruk mereka dengan membiasakan diri dengan hidup bersih dan membuang sampah-sampah ke tempat penampungan sampah yang telah disediakan. Pemerintah juga harus terus mengawasi dan tegas terhadap masyarakat yang melanggar aturan tersebut. Pemerintah bersama dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) harus dapat menertibkan gubuk-gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan memberikan sanksi yang tegas terhadap masyarakat yang membangun kembali gubuk-gubuk liar di sekitar bantaran Sungai Ciliwung, sehingga setelah lahan tersebut telah dapat dikosongkan, lahan itu dapat segera dimanfaatkan untuk penghijauan dengan tanaman pelindung dan dapat juga dibuat lubang biopori yang berfungsi menyimpan air cadangan saat musim kemarau dan mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan. Selain itu, pemerintah harus mengupayakan pembersihan terhadap sampah-sampah yang ada di Sungai Ciliwung bersama-sama dengan instansi terkait seperti anggota Satpol PP dan anggota TNI-AD dengan menggunakan bantuan berupa alat-alat berat seperti Beco misalnya, agar sampah dari hulu tidak bertambah terus dan tidak terjadi penghambatan aliran sungai. Pemerintah juga harus merawat secara berkala kondisi pintu-pintu air yang dilalui oleh aliran Sungai Ciliwung agar pintu-pintu air tersebut dapat berfungsi dengan optimal, sehingga aliran Sungai Ciliwung menjadi lancar.</p>
<p>Sungai Ciliwung yang bersih, asri, bebas dari pemukiman liar dan dapat berfungsi sebagai lahan konversi adalah impian bagi semua masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Namun, untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut memang tak semudah membalikkan telapak tangan, karena begitu banyak pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan terkait dengan kondisi Sungai Ciliwung saat ini yang semakin hari semakin memperihatinkan. Mungkin saja, impian ini tidak akan pernah menjadi kenyataan dan hanya akan menjadi angan-angan semata jika segenap masyarakat dan pemerintah tidak dapat bekerja sama untuk dapat segera melakukan pembenahan dan pengembalian fungsi utama Sungai Ciliwung, atau Sungai Ciliwung hanya akan menjadi ancaman dan mimpi buruk bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung karena setiap saat musim hujan tiba, akan mengakibatkan bencana banjir yang senantiasa membawa banyak dampak kerugian bagi masyarakat baik materi maupun non materi. Jika impian ini terwujudkan, Sungai Ciliwung mungkin tidak hanya berfungsi sebagai penanggulangan banjir serta lahan konversi semata, tapi merupakan kebanggaan yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung khususnya.</p>
<p>Keterangan Penulis :<br />
Nama : Rendra Lestiyanto<br />
Tempat,tanggal lahir : Jakarta, 12 Juli 1989<br />
Sekolah : Universitas Bina Nusantara Jurusan Teknik Informatika<br />
Blog : rendralestiyanto.blogspot.com<br />
Email : rendalestiyanto@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/rendra/8644-ciliwung-impianku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Youth Is The Agent of CHANGE</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/nadjatazkiya/8638-youth-is-the-agent-of-change/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/nadjatazkiya/8638-youth-is-the-agent-of-change/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 02:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadja Tazkiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8638</guid>
		<description><![CDATA[YOUTH IS THE AGENT OF CHANGE. Ada yang salah sama kalimat itu? Nggak ada kan? Itu semua bener kan? Pemuda itu emang agen perubahan. Kalau nggak ada pemuda, Negara kita nggak akan bisa merdeka kayak sekarang kalau nggak ada pemuda. Tapi sekarang, generasi tua justru meremehkan kita, mereka menganggap kalau kita itu cuma bisa hura-hura, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>YOUTH IS THE AGENT OF CHANGE. Ada yang salah sama kalimat itu? Nggak ada kan? Itu semua bener kan? Pemuda itu emang agen perubahan. Kalau nggak ada pemuda, Negara kita nggak akan bisa merdeka kayak sekarang kalau nggak ada pemuda. Tapi sekarang, generasi tua justru meremehkan kita, mereka menganggap kalau kita itu cuma bisa hura-hura, main, pokoknya nggak bisa bikin kegiatan positif. Tahu nggak kenapa mereka meremehkan kita? Karena, dari kita-nya sendiri juga nggak pernah memperlihatkan ke mereka kalau kita itu bisa.<span id="more-8638"></span></p>
<p>Dari sekitar 62 juta pemuda di Indonesia, paling cuma segelintir yang bisa menunjukkan pada generasi tua kalau kita itu bisa bikin kegiatan yang positif. Padahal, di Indonesia sekarang udah banyak organisasi yang membutuhkan “suara” atau aspirasi anak muda.</p>
<p>Gue yakin, kita semua pasti bisa memberikan aspirasi kita untuk hal yang lebih baik, untuk membuat perubahan positif, dan hal-hal yang bisa di banggakan oleh semua anak muda. Cuma tinggal kita-nya aja yang harus bergerak supaya aspirasi kita bisa di dengar. Sayangnya… dari kita sendiri udah pada males untuk bergerak dan memberikan aspirasi. Jadi, ya kayak gini deh… orang-orang jadi susah mau percaya sama anak muda.</p>
<p>Kalian mau terus-terusan duduk diam di rumah, nungguin negara kita berantakan baru setelah itu bergerak untuk membenahi semuanya? Itu sih udah telat&#8230; lebih baik, kita bergerak dari sekarang! Nggak perlu yang besar dulu, cukup dari hal-hal kecil yang kita bisa ubah, dari diri sendiri, keluarga, baru setelah itu lingkungan sekitar kita.</p>
<p>Because, changes is not something that we get. But, something that we make for a better life. So, keep spirit to make changes!!! <img src='http://shout.indonesianyouthconference.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/nadjatazkiya/8638-youth-is-the-agent-of-change/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Sekolah RSBI yang mulai &#8216;Ngawur&#8217;</title>
		<link>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/astrid-restu-c/8636-sistem-sekolah-rsbi-yang-mulai-ngawur/</link>
		<comments>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/astrid-restu-c/8636-sistem-sekolah-rsbi-yang-mulai-ngawur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 02:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astrid restu c.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shout.indonesianyouthconference.org/?p=8636</guid>
		<description><![CDATA[Berbincang-bincang mengenai pendidikan era kini, para pemuda Indonesia sangat beruntung sekali karena sistem pendidikan di negara kita ini sudah mulai beranjak ke dunia internasional, walaupun beberapa masih dalam rintisan. Itu artinya, Indonesia mengalami kemajuan &#8211; terutama di bidang pendidikannya yang pesat. Namun, ternyata dibalik tulisan &#8220;kemajuan yang pesat&#8221; itu, tersimpan banyak issu dyang tidak mengenakkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbincang-bincang mengenai pendidikan era kini, para pemuda Indonesia sangat beruntung sekali karena sistem pendidikan di negara kita ini sudah mulai beranjak ke dunia internasional, walaupun beberapa masih dalam rintisan. Itu artinya, Indonesia mengalami kemajuan &#8211; terutama di bidang pendidikannya yang pesat.</p>
<p>Namun, ternyata dibalik tulisan &#8220;kemajuan yang pesat&#8221; itu, tersimpan banyak issu dyang tidak mengenakkan &#8211; salah satunya pendidikan kita saat ini terkait diskriminasi.<span id="more-8636"></span></p>
<p>Saat ini, pendidikan rintisan sekolah bertaraf internasional &#8211; yang seharusnya menjadi hak bagi para pelajar &#8211; malah berlabel &#8220;hanya untuk siswa-siswi mampu saja&#8221;, dikarenakan sekolah tersebut kerap menanyakan kesanggupan orangtua atau wali murid untuk membayar sebesar sekian rupiah. Malah ada juga beberapa sekolah yang secara terang-terangan menanyakan berapa besaran rupiah yang sanggup dikeluarkan orangtua murid supaya diterima di sekolah bertaraf internasional (RSBI) itu.</p>
<p>Itu artinya, disimpulkan bahwa ternyata pendidikan itu tidak sepenuhnya menjadi hak semua pelajar Indonesia. Sekolah RSBI &#8211; yang seharusnya menjadi hak semua pelajar &#8211; membatasi diri agar hanya orang-orang ber&#8221;duit&#8221; saja yang boleh masuk. Padahal, pertanyaan menyangkut pendapatan orangtua perbulan (yang dijadikan sebagai salah satu unsur tes dan wawancara-nya) tidak ada hubungannya sama sekali dengan proses pendidikan.</p>
<p>Dan issu tersebut menyibak berjuta pertanyaan. Kalau memang pungutan yang tidak murah itu tidak berkaitan dengan proses pendidikan siswa-nya, kemanakah pungutan itu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shout.indonesianyouthconference.org/article/astrid-restu-c/8636-sistem-sekolah-rsbi-yang-mulai-ngawur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

